RECOMMENDED

ads ads

Nonton Bareng

Frasa nonton bareng sangat populer karena selama Juni dan Juli ini perhatian orang di seluruh jagat sedang tertuju ke pertandingan sepak bola memperebutkan Piala Dunia. Pertandingan itu berlangsung di Afrika Selatan dan disiarkan langsung oleh stasiun televisi. Maka logikanya, orang di seluruh jagat memang bisa nonton bareng ’secara serentak, bersamaan’.

Tampaknya yang dimaksudkan dengan nonton bareng bukan seperti itu. Nonton bareng adalah datang di satu tempat: hotel, restoran, mal, atau tempat umum lain, termasuk lapangan RT/RW. Di sana ada layar besar, lalu acara siaran langsung pertandingan sepak bola memperebutkan Piala Dunia itu mereka tonton beramai-ramai. Istilah yang tepat untuk nonton bareng yang sedang populer itu adalah nonton beramai-ramai sebab kalau sekadar bareng, semua siaran langsung memang pasti ditonton secara bareng (secara berbarengan, secara serentak) meski dari tempat berbeda-beda.

Mengapa untuk menonton film di gedung bioskop tidak digunakan frasa nonton bareng atau nonton beramai-ramai? Yang lazim digunakan malahan nonton berduaan. Nonton berduaan berarti pasangan itu sedang berpacaran atau sedang berselingkuh sebab kalau laki-laki nonton dengan laki-laki, atau perempuan dengan perempuan, tidak pernah disebut nonton berduaan. Meskipun film di gedung bioskop itu ditonton banyak orang secara bersamaan, mereka satu sama lain tidak saling kenal. Tidak ada perasaan ”senasib sepenanggungan” seperti halnya pada nonton bareng perebutan Piala Dunia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat, kata bareng lebih dimaknai sebagai bersamaan waktunya, bukan tempatnya. Ini sesuai dengan penjelasan entri bareng dalam Bausastra Djawa WJS Poerwadarminta. Bareng yang diadopsi dari kosakata bahasa Jawa diartikan sebagai ’toenggal wektoe enggone toemindak’ (bersamaan waktunya, dalam bertindak). Tampaknya sedang terjadi pergeseran makna kata bareng dari bersamaan waktu ke bersamaan tempat.

Pergeseran makna ini pun masih sebatas pada makna khusus, yakni menonton peristiwa olahraga penting. Terutama pertandingan sepak bola dan bulu tangkis yang disiarkan langsung oleh televisi sebab ketika ada pertandingan sepak bola atau bulu tangkis di Stadion Utama dan Istora Senayan, frasa nonton bareng itu tak terpakai. Tidak pernah ada promosi: ”Yuk, nonton bareng final liga ….. di Senayan!” Padahal jelas, ketika berlangsung pertandingan bulu tangkis atau sepak bola di Senayan, orang pasti menonton berbarengan, baik waktu maupun tempatnya.

Kata bareng dalam frasa nonton bareng tampaknya memang akan tetap berada pada makna khusus sebab dengan pengertian yang sama, kita tidak pernah menggunakan frasa makan bareng, melainkan makan bersama. Padahal, pengertian yang ingin diwadahi sama: beberapa orang, yang satu sama lain saling kenal, akan berkumpul di suatu tempat dalam waktu bersamaan untuk makan. Karena makna kata bareng lebih ditujukan untuk mewadahi pengertian waktu, maka saya bisa saja mengatakan sering tidur bareng dengan Luna Maya. Waktunya yang bersamaan, sementara tempatnya: dia di rumahnya, saya di rumah saya sendiri. (Kompas cetak, oleh: F Rahardi Sastrawan)

No Response to “Nonton Bareng” »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Spam Protection by WP-SpamFree