Seminar ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-27 Wisma Bahasa mengambil tema “Arah Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia, Dilihat dari Berbagai Sudut Pandang”

Demokrasi menjadi modal penting yang dimiliki bangsa Indonesia dalam hubungannya dengan dunia luar. Dialog dan diplomasi menjadi media yang terus dikedepankan pemerintah dalam menghadapi berbagai masalah yang timbul. Hal inilah yang mengemuka dalam forum seminar politik yang diadakan oleh Wisma Bahasa Yogyakarta, Selasa (21/07) sore.

Seminar dalam rangka memperingati hari ulang tahun ini mengambil tema “Arah Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia, Dilihat dari Berbagai Sudut Pandang”. “Kami mengambil tema ini karena merupakan topik yang sedang aktual untuk kondisi Indonesia saat ini,” ujar Agus Soehardjono, Direktur Wisma Bahasa.

Seminar yang bertempat di Wisma Bahasa tersebut menghadirkan pembicara antara lain Ririn Tri Nurhayati, MSi, MA (Dosen Jurusan Hubungan Internasional, Fisipol UGM), Paul Griffiths (Bidang Politik Kedubes Australia di Jakarta), dan Katie Coughlan (penerjemah dari LSM LKiS).

Riris dalam pembicaraannya mengangkat topik tentang arah kebijakan politik luar negeri Indonesia. Ia menjelaskan bahwa prinsip politik luar negeri RI adalah bebas dan aktif. Selain itu, ia juga memperbandingkan kebijakan politik luar negeri dari era Soekarno sampai era SBY. “Di era Orde Lama lebih condong kepada Rusia beserta teman-temannya, sementara era Orde Baru lebih condong kepada barat,” ujarnya. “Sementara untuk era sekarang Indonesia tidak lagi memihak kepada salah satu pihak. Indonesia bisa bekerja sama dengan siapa saja,” tambahnya.

Menurut dosen HI UGM ini terdapat tiga ciri khas politik luar negeri RI di masa SBY, yaitu pertama terbentuknya kemitraan-kemitraan setrategis dengan negara-negera lain (Jepang, China, India, Australia). Kedua, terdapat kemampuan beradaptasi Indonesia pada perubahan-perubahan domestik dan perubahan-perubahan di laur negeri. Ketiga, pragmatis kreatif dimana Indonesia mencoba menjalin hubungan dengan siapa saja yang bisa membantu dan menguntungkan bagi Indonesia.

Sementara Pul Griffiths mengangkat topik tentang pandangan Australia terhadap kebijakan politik luar negeri Indonesia. Australia sangat mendukung integritas Indonesia dan juga mendukung apa yang dilakukan Indonesia dalam memerangi terorisme, menyelesaikan permasalahan Papua dan menyelesaikan masalah illegal fishing.

Agus Soehardjono, sebagai direktur Wisma Bahasa mengatakan bahwa seminar ini tidak hanya sebagai ajang pembuka wawasan saja, tapi juga sebagai ajang uji kompetensi bagi siswa Wisma Bahasa dalam menyampaikan pendapat maupun mendengarkan pendapat.

Selain acara seminar ini, WB pun mengadakan beberapa kegiatan, seperti kuis piramida yang diikuti oleh siswa WB, lomba penulisan esai yang diperuntukkan tidak hanya siswa WB tapi juga di luar Indonesia yang bisa berbahasa Indonesia. Selain itu juga diadakan kegiatan aksi sosial di SDN Depok Sleman. (bernas jogja)

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

Tags: , , , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Spam Protection by WP-SpamFree